Agregat Perekonomian

1.    Pengertian Permintaan Agregat
Permintaan Agregat (aggregate demand, AD) adalah jumlah barang dan jasa-jasa akhir yang dihasilkan di dalam perekonomian yang diminta pada berbagai tingkat harga.

Pendekatan teori jumlah uang terhadap permintaan agregat

Teori jumlah uang menghubungkan jumlah uang M dengan jumlah pengeluaran nominal atas barang dan jasa, dimana PxY dimana P adalah tingkat harga dan Y adalah output riil agregat atau sevara equivalen adalah pendapatan riil agregat. Keterkaitan antara jumlah uang dan total pengeluaran dari barang dan jasa akhir dikemukakan oleh Irving Fisher.
Untuk memperoleh hubungan ini, teori jumlah uang menggunakan konsep percepatan uang (Velocity of money), yaitu rata rata jumlah berapa kali pertahun perputaran dari satu unit mata uang yang digunakan untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam perekonomian.
Teori jumlah permintaan yang dikembangkan oleh Milton Friedman menyatakan bahwa perceppatan berubah sepanjang waktu dalam cara yang dapat diprediksi yang tidak dihubungkan dengan perubahan uang beredar.
Dengan analisis ini, persamaan diubah menjadi suatu teori mengenai bagaimana pengeluaran agregat ditentukan dan disebut sebagai teori jumlah uang (quantity theory of money).

2.    Faktor Faktor Permintaan Agregat

Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan agregat di dalam suatu perekonomian adalah:
a.       Pendapatan disposable (Yd) atau pengeluaran konsumsi (C)
b.      Tingkat bunga (i)
c.       Kepercayaan dunia bisnis (business confidence) atau investasi (I)
d.      Jumlah uang beredar riil (real money supply atau Ms/P)
e.       Pengeluaran pemerintah (G)
f.       Pajak (T)
g.      Pendapatan luar negeri (Yf)
h.      Harga luar negeri (Pf)
i.        Nilai tukar riil (exchange rate atau ER)

Kenaikan di dalam faktor-faktor Yd, C, I, Ms/P, G, Yf, Pf, dan penurunan di i, T, dan ER akan membawa kenaikan di dalam permintaan agregat (AD), atau menggeser kurva permintaan agregat ke kanan.
Sebaliknya, apabila terjadi penurunan di dalam faktor-faktor Yd, C, I, Ms/P, G, Yf, Pf, dan kenaikan di dalam i, T, dan ER akan menurunkan AD atau menggeserkan kurva AD ke kiri atas. 



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjVU6Ls9CDVfS34Hhyphenhyphen0Z5Ne3_ZqjxdSKtRupeOP6N9BUXanSUad7hCgFryzJOJpVk4EYuTRxTGQ1v48NCiEDUANKOr7GDFxNhxLLz9JjZVf4cOM6GlI3W262czN4ae-xH_Co7zI0r0EL0_G/s1600/permintaan+agregat.png 










Ms/P, dan penurunan di dalam i, T, dan ER. Sebaliknya, pergesran dari AD ke AD2 terjadi sebagai akibat dari penurunan di dalam Yd, C, I, G, Ms/P, Yf, dan Pf, dan kenaikan dari i, T dan ER.

3.    Komponen Permintaan Agregat
Untuk menentukan permintaan agregat selain dengan melihat bagaimana uang mempengaruhi jumlah permintaan agregat, kita dapat menurunkan kurva permintaan agregat dengan melihat 4 komponen yaitu:
a.       Pengeluaran Konsumen (Custumer Expenditur)
Yaitu jumlah permintaan akan barang dan jasa komsumen.
b.      Pengeluaran Investasi Yang Direncanakan (Planned Investment Spending)
Yaitu jumlah pengeluaran yan direncanakan oleh perusahaan atas mesin pabrik dan barang modal lain yang baru ditambah pengeluaran yang drencanakan atas rumah baru.
c.       Pengeluaran Pemerintah (Goverment Spending)
Yaitu pengeluaran oleh semua jajaran pemerintah atas barang dan jasa.
d.      Ekspor Bersih (Net Export)
Yaitu pengeluaran luar negeri bersih atas barang dan jasa domestik, sama dengan eskpor dikurangi import.

4.    Kurva Permintaan Agregat
Kurva permintaan agregat (aggregate demand curve) adalah kurva yang menggambarkan hubungan antara output agregat yang diminta dengan tingkat harga, dengan asumsi hal-hal lainnya konstan atau tetap.
Kurva permintaan agregat tersebut memiliki kemiringan (slope) negatif yang menunjukan bahwa antara jumlah output yang diminta dengan tingkat harga hubungannya adalah negatif atau berkorelasi negatif.

Faktor faktor yang menyebabkan kurva permintaan agregat ber-slope negatif:
a.       Efek kekayaan
Kekayaan mengacu pada pemegangan uang, saham, obligasi, rumah serta aset fisik lain. Kekayaan yang dimiliki dipengaruhi oleh tingkat harga.
b.      Dampak harga bunga
Efek harga bunga ditunjukan karena perubahan tingkat harga mempengaruhi harga bunga. Efek ini mempengaruhi produksi & investasi.
c.       Efek Pembelian Asing (Ekspor & Impor)
Jumlah ekspor dan impor dalam suatu ekonomi tergantung pada harga domestik.


1.      Kurva Permintaan Agregat Jangka Panjang
Jumlah output yang dapat dihaslkan dalam perekonomian dalam jangka panjang ditentukan oleh jumlah modal dalam perekonomian, jumlah tenaga kerja yang ditawarkan dalam tingkat pengerjaan penuh (Full employment).
2.      Kurva Permintaan Agregat Jangka Pendek
Karena upah danharga memerlukan waktu untuk menyesuaikan terhadap kondisi perekonomian,  suatu proses yang dijelaskan dengan mengatakan bahwa upah dan harga bersifat kaku (sticky). Kurva penawaran agregat dalam jangka pendek mempunyai kemiringan ke atas.

Faktor faktor yang mendorong pegeseran kurva permintaan agregat adalah:
a.       Jumlah uang yang beredar, M2
b.      Pengeluaran Pemerintah, G3
c.       Pajak, T4
d.      Eskpor bersih, NX5
e.       Optimisme Konsumen, C6
f.       Optimisme Dana Usaha

Komentar

Postingan populer dari blog ini